banner 200x800
banner 200x800
banner 728x250

Nyala Petasan Berujung Petaka: Satu Rumah Hangus Terbakar di Tenggarong

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.55 WITA itu diduga dipicu oleh petasan yang dimainkan anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa.

Keterangan Gambar: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan satu rumah di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kamis (20/3/2025). Kebakaran diduga dipicu oleh petasan yang dimainkan anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa. (Dok. Aulianada/garudatribune.com)
Keterangan Gambar: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan satu rumah di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kamis (20/3/2025). Kebakaran diduga dipicu oleh petasan yang dimainkan anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa. (Dok. Aulianada/garudatribune.com)

GARUDATRIBUNE.COM – Tenggarong, Kutai Kartanegara – Sebuah rumah di Jl. Danau Melintang, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kalimantan Timur, ludes dilalap api pada Kamis (20/3/2025) petang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.55 WITA itu diduga dipicu oleh petasan yang dimainkan anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kukar, Fida Hurasani, mengungkapkan bahwa api mulai berkobar setelah petasan yang dimainkan anak-anak mengenai gorden rumah dan dengan cepat membesar.
“Tadi anak-anak memainkan petasan, lalu dilempar ke salah satu lokasi yang terbakar itu, terus mengenai gorden. Itu informasi yang kami dapat di lapangan,” ujar Fida, Kamis.

Menerima laporan insiden tersebut, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran, tujuh unit water supply, dan satu unit portable supply diterjunkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan.
“Begitu menerima laporan, kami langsung merespons sesuai SOP. Alhamdulillah, tidak ada hambatan yang berarti, air juga cukup, sehingga pemadaman berjalan baik,” tutur Fida.

Selain satu rumah yang habis terbakar, satu rumah lainnya mengalami kerusakan sedang akibat kobaran api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun sempat muncul kabar adanya korban.
“Memang sempat disebut ada korban jiwa, tapi setelah dipastikan, ternyata anak-anaknya sudah diamankan oleh orang tua mereka,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan petasan, terutama di lingkungan permukiman yang padat. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran, petasan juga berisiko menyebabkan cedera pada anak-anak yang memainkannya.


Pewarta: Aulianada
Editor: Rosiani Lutfhi
Copyright © garudatribune.com 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *